Sunday, December 8, 2013

BERBAGI KEMAKMURAN DI WTO BALI



Berbagi kemakmuran bidang ketahanan pangan merupakan prinsip akselerasi World Trade Organization (WTO) ke-9 di Bali dari tanggal 3-5 Desember 2013, yang melahirkan Paket Bali, dengan tiga (3) poin utama, yakni (a) fasilitas perdagangan (trade facilitation), yang bertujuan mengurangi biaya perdagangan dan menyediakan kepastian bisnis; (b) pertanian (agriculture); dan (c) Least Developed Countries (LDCs). Mengapa bidang ketahanan pangan menjadi penting? Karena permasalahan stok keamanan pangan merupakan masalah yang fundamental bagi kita semua. Tujuan utama WTO kali ini adalah memberikan akses bantuan dengan meningkatkan sistem dan prosedur perdagangan yang saling menguntungkan untuk mendapatkan manfaat dan membuat akses bebas dari barang dan jasa untuk meningkatkan perdagangannya di antara negara-negara.

Friday, December 6, 2013

BAWA SENJATA, PISAU, DAN GOLOK KALIAN DAN BUANGLAH KE LAUT


Kita musti belajar dari seorang Nelson, bagaimana mengelola senjata, pisau dan golok. Kisah perjuangan si manusia pelangi ini, dari penjara Apartheid hingga kursi presiden telah menginspirasi banyak orang, bagaimana ia berhasil mencegah kekerasan rasial sekaligus simbol kesederhanaan dan simbol pemersatu.

baca di sini

PENCITRAAN MEREK



Mula-mula merek dikenalkan, kemudian ditumbuhkan, lalu matang, lantas mati. Namun, secara teoritis merek tidak boleh mati. Why? Karena ia terlahir dari pelbagai elemen seperti simbol, nama, nilai dan bentuk. Jadi membangun citra lewat merek merupakan tugas manajemen yang tidak mudah. Ia musti di elus, di elok- kan, di muliakan, dan dipatenkan sebagai sebuah spirit organisasi.

Sunday, December 1, 2013

LENTERA ORGANISASI



Inti dari lentera organisasi adalah meng-etika-kan setiap aktivitas individu dan organisasi. Apakah dapat dibenarkan atau tidak pendapat yang mengatakan, bahwa jalannya organisasi selamanya berlangsung damai, tanpa konflik, tanpa kekerasan, atau evolusioner dan terbatas dalam lingkungan internal saja. Yang lebih benar, yakni di organisasi apapun, yang demokratis kayak apapun, pemahaman terhadap etika dan norma, pemahaman akan kesatuan sumber daya, memahami potensi aktivitas, memahami masalah sekitar kita, dan memahami pemimpin dan jiwa kepemimpinan adalah serangkaian proses dari koordinasi, pembagian kerja dan integrasi guna tujuan bersama sebuah organisasi. Namun, kekuatan-kekuatan sosial di luar organisasi masih tetap diperhitungkan untuk memperbaiki kehidupan organisasi ke depannya.

ALWAYS BE COURTEOUS WITH PAUL WALKER DAN AIDS



Dulu mati sengsara, kini mati nikmat, adalah pesan 01 Desember 2013 yang kelabu. Why? Karena kecelakaan Paul Walker dan teman-teman HIV/AIDS merupakan masalah yang harus dipecahkan, bukan kepribadian yang harus dicela.

Sunday, November 17, 2013

MORAL BIROKRATISASI ALA DESA PEDAWA


Kerumitan yang kompleks dunia bisnis memaksa birokrasi yang sehat musti dilaksanakan dengan prinsip-prinsip good corporate governance yang berbasis pada nilai-nilai kebersamaan dan kesetaraan yang bermoral, seperti berani, sederhana, bebas, indah, bermakna, tabiat baik, bangga, ramah, jujur dan cerdas riang, yang merupakan taksu orang Pedawa. Semangat kebersamaan dan kesetaraan yang bermoral dalam konteks Ajeg Bali merupakan bentuk lokal genius yang kompatibel di era modernisasi. Penyebab sesungguhnya adalah kecerdasan orang Pedawa yang berjalan seiring dengan perasaan bangga sebagai keturunan Bali Aga dalam mengantisipasi degradasi moral guna mengelola kesenjangan sosial. 

baca di sini
power point buka di sini 

Tuesday, November 12, 2013

APA YANG MENYATUKAN ADAT DI BALI ?



Identitas kultural dan politik identitas sebagai pemersatu adat di Bali merupakan sarana penilai sekaligus sarana penghukum yang kompatibel bagi tata kelola institusi tradisional Bali, utamanya institusi Adat. Cikal bakal judul makalah ini adalah berbagai fenomena terkait keberadaan Adat yang di duga belum berfungsi optimal sebagaimana semestinya. Penyebab sesungguhnya adalah hubungan timbal balik antara masalah ekonomi dan kesenjangan sosial, sehingga roh komunal sebagai taksu-nya orang Bali sudah kropos. Pencapaian tujuan makalah ini menggunakan metode interpretasi dengan analisis kualitatif, yang ditopang dengan metode dokumentasi melalui buku dan kajian penelitian terdahulu.